Minggu, 09 Desember 2012

Dari Pohon Hingga Kebun 0 komentar


Islamedia - Kita semua tentu mengenal apa itu tumbuhan atau pohon. Suatu organisme yang tumbuh dari sebuah bibit atau biji, kemudian memiliki tunas, dan terus tumbuh hingga memiliki dahan, cabang, dan ranting. Subhanallah… Kebesaran Allah sangat terlihat pada perjalanan tumbuhnya organisme ini.
Organisme inilah yang dipakai Allah untuk menjadikan perumpamaan bagi harta yang diinfakkan oleh seorang mukmin di jalan Allah, dalam Al-Qur’an surat Al-Baqarah:261. “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
Sangat indah dan tepat. Begitulah yang dipaparkan oleh Ibnu Katsir dalam tafsirnya, bahwa ketika Allah menerangkan perumpamaan sebutir biji yang tumbuh menjadi 7 tangkai dan setiap tangkai menghasilkan 100 biji, perumpamaan ini lebih mengena ke dalam jiwa daripada langsung menyebutkan bahwa satu kebaikan mendapat ganjaran 700 kali lipat karena disini ada isyarat bahwa amal sholeh seseorang ditumbuhkan Allah sebagaimana Allah menumbuhkan sebutir biji bagi orang yang menanamnya di tanah yang subur, bahkan lebih dari itu sebagaimana diriwayatkan dari Imran bin Hashin dari Rasulullah , beliau bersabda : “Barangsiapa yang membiayai orang yang sedang berjihad di jalan Allah sedang dia tinggal di rumahnya, maka baginya disetiap dirhamnya 700 dirham pada hari kiamat dan barangsiapa ikut berperang di jalan Allah serta juga menafkahkan hartanya maka baginya pada setiap dirhamnya 700.000 dirham. Kemudian Rasulullah membaca ayat …Wallahu yudhooifu liman yasyaa’… (dan Allah melipatgandakan bagi siapa yang dikehendaki) sesuai keikhlasannyan dalam beramal dan Allah Maha Luas KaruniaNya dan lagi maha Mengetahui”.
Bila dalam sebidang tanah terdapat sebuah pohon, lalu benih-benih dari pohon itu jatuh ke tanah dan kemudian menumbuhkan pohon-pohon yang baru, maka sebidang tanah itu bisa menjadi kebun. Kebun yang homogen. Bila sebidang tanah itu ditumbuhi lebih dari satu jenis pohon, maka sebidang tanah itu menjadi kebun yang heterogen.
Kalau kita mendengar kata kebun, tentu yang terbayang ada sebidang tanah yang indah,rindang, dan menyenangkan yang terdapat pohon-pohon baik sejenis atau berbagai jenis. Kata kebun yang bercitra indah ini juga digunakan oleh Allah untuk perumpamaan bagi harta yang diinfakkan oleh seorang mukmin di jalan Allah. “Dan perumpamaan orang-orang yang membelanjakan hartanya karena mencari keridhaan Allah dan untuk keteguhan jiwa mereka, seperti sebuah kebun yang terletak di dataran tinggi yang disiram oleh hujan lebat, maka kebun itu menghasilkan buahnya dua kali lipat. Jika hujan lebat tidak menyiraminya, maka hujan gerimis (pun memadai). Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu perbuat.” (QS Al-Baqarah : 265).
Dalam dua ayat yang berdekatan ini Allah menggunakan perumpamaan pohon dan kebun. Perumpamaan yang ‘nyambung’, karena antara pohon dan kebun punya hubungan. Subhanallah… 
Suatu sedekah yang kita keluarkan ibarat tumbuhan yang akan tumbuh mulai dari benih hingga memiliki tujuh bulir dengan 700 biji tiap bulirnya. Maka jadikanlah sedekah kita itu kebun. Kebun yang homogen, manakala sedekah itu kita rutinkan, dan kebun heterogen manakala kita memiliki lebih dari satu macam sedekah.
Umpamanya berinfaq untuk seorang anak yatim dari kerabat kita, itu – insya Allah – akan menjadi sebuah pohon infaq kita. Kalau infaq itu kita rutinkan perbulan, akan menjadi sebuah kebun amal yang homogen. Dan kalau kita juga punya pos infaq yang lain, misalnya infaq untuk Palestina, infaq untuk saudara yang lain, infaq untuk masjid yang kita rutinkan, dan kita juga punya kewajiban membayar zakat profesi, maka kita memiliki kebun amal yang heterogen.
Insya Allah, Allah akan melipat gandakan kebun amal kita. (andaleh)

Tahukan Anda bahwa Al-Qur'an Telah Bicara Soal Sidik Jari? 0 komentar


Islamedia - Saat dikatakan dalam Al Qur'an bahwa adalah mudah bagi Allah untuk menghidupkan manusia setelah kematiannya, pernyataan tentang sidik jari manusia secara khusus ditekankan:
"Apakah manusia mengira bahwa Kami tidak akan mengumpulkan (kembali) tulang-belulangnya? Ya, bahkan Kami mampu menyusun (kembali) ujung jari-jarinya dengan sempurna." (Al Qur'an, 75:3-4)
Setiap orang, termasuk mereka yang terlahir kembar identik, memiliki pola sidik jari yang khas untuk diri mereka masing-masing, dan berbeda satu sama lain. Dengan kata lain, tanda pengenal manusia tertera pada ujung jari mereka. Sistem pengkodean ini dapat disamakan dengan sistem kode garis (barcode) sebagaimana yang digunakan saat ini.
 
Penekanan pada sidik jari memiliki makna sangat khusus. Ini dikarenakan sidik jari setiap orang adalah khas bagi dirinya sendiri. Setiap orang yang hidup atau pernah hidup di dunia ini memiliki serangkaian sidik jari yang unik dan berbeda dari orang lain.
Itulah mengapa sidik jari dipakai sebagai kartu identitas yang sangat penting bagi pemiliknya dan digunakan untuk tujuan ini di seluruh penjuru dunia.
Akan tetapi, yang penting adalah bahwa keunikan sidik jari ini baru ditemukan di akhir abad ke-19. Sebelumnya, orang menghargai sidik jari sebagai lengkungan-lengkungan biasa tanpa makna khusus. Namun dalam Al Qur'an, Allah merujuk kepada sidik jari, yang sedikitpun tak menarik perhatian orang waktu itu, dan mengarahkan perhatian kita pada arti penting sidik jari, yang baru mampu dipahami di zaman sekarang.

Harun yahya

Laba-Laba, Sang Insinyur Tiada Banding 0 komentar

Islamedia -Setiap orang telah menjumpai makhluk mungil yang disebut laba-laba berkali-kali dalam hidupnya, baik di rumah, di pedesaan, atau di kebun. Tapi, makhluk kecil ini hanya menarik perhatian serius segelintir orang saja, padahal ia adalah salah satu wujud kesempurnaan ciptaan Allah. Kita perlu mengamati laba-laba ini sedikit lebih dekat untuk melihat kesempurnaan ini.

Benang yang Lebih Kuat dari Baja
 
Yang pertama kali terlintas dalam benak seseorang ketika berpikir tentang laba-laba adalah jaringnya. Ia merupakan keajaiban desain yang memiliki rancangan tersendiri, beserta perhitungan teknik yang menyertainya. Jika kita memperbesar laba-laba menjadi seukuran manusia, jaring yang dianyamnya akan memiliki tinggi sekitar seratus lima puluh meter. Ini sama tingginya dengan gedung pencakar langit berlantai lima puluh.

Andaikan laba-laba sedemikian besar sehingga mampu membuat jaring dengan lebar lima puluh meter, maka jaring ini akan mampu menghentikan pesawat jumbo jet. Jika demikian, bagaimana laba-laba mampu membuat jaring dengan sifat ini? Agar dapat melakukan hal ini, ia pertama kali harus menggambar rancangannya, persis seperti seorang arsitek. Sebab, struktur arsitektural dengan ukuran dan kekuatan seperti ini, mustahil dilakukan tanpa sebuah perancangan. Setelah rancangan dipersiapkan, laba-laba perlu menghitung seberapa besar beban-beban yang akan menempati posisi-posisi tertentu pada jaring, persis layaknya insinyur konstruksi. Jika tidak, jaring ini pasti akan runtuh.


Jika seseorang mengamati bagaimana laba-laba membangun jaringnya, akan ia temukan sebuah keajaiban yang nyata. Pertama-tama, laba-laba melempar benang yang dipintalnya ke udara, lalu aliran udara ini membawanya ke tempat tertentu di mana ia menempel. Lalu pekerjaan konstruksi dimulai. Perlu satu jam atau lebih untuk menganyam sebuah jaring.


Mulanya, laba-laba menarik benang jenis kuat dan tegang dari titik pusat ke arah luar guna mempersiapkan kerangka jaringnya. Ia lalu menggunakan benang jenis kendor dan lengket untuk membuat lingkaran dari arah luar ke dalam. Dan kini perangkap itu telah siap.


Benang yang digunakan laba-laba sama ajaibnya dengan jaring itu sendiri. Benang laba-laba lima kali lebih kuat dari serat baja dengan ketebalan yang sama. Ia memiliki gaya tegang seratus lima puluh ribu kilogram per meter persegi. Jika seutas tali berdiameter tiga puluh sentimeter terbuat dari benang laba-laba, maka ia akan mampu menahan berat seratus lima puluh mobil.

Ilmuwan menggunakan benang laba-laba sebagai model ketika membuat bahan yang dinamakan Kevlar, yakni bahan pembuatan jaket anti peluru. Peluru berkecepatan seratus lima puluh meter per detik dapat merobek sebagian besar benda yang dikenainya, kecuali barang yang terbuat dari Kevlar. Tetapi, benang laba-laba sepuluh kali lebih kuat daripada kevlar. Benang ini juga lebih tipis dari rambut manusia, lebih ringan dari kapas, tapi lebih kuat dari baja, dan ia diakui sebagai bahan terkuat di dunia.

Baja termasuk material paling kuat yang tersedia bagi manusia yang diproduksi dengan sarana industri berat, menggunakan besi, dan dalam tungku bertemperatur ribuan derajat. Ia didesain khusus agar berdaya tahan tinggi, dan digunakan pada konstruksi lebar, bangunan tinggi, dan jembatan. Laba-laba menghasilkan material yang lima kali lebih kuat dari baja, padahal ia tak memiliki tungku pembakaran dan teknologi apapun. Ia adalah makhluk mungil yang tak mampu berpikir. Sungguh suatu keajaiban bahwa makhluk kecil ini mampu menghasilkan benang yang lebih kokoh dari baja, dan menggunakannya untuk membuat bangunan dengan cara yang sama seperti para arsitek dan insinyur.

Dinopsis: Sang Ahli Pembuat Perangkap
 
Orang umumnya berpikir bahwa laba-laba adalah makhluk yang menggunakan jaring untuk menangkap mangsa. Namun, spesies yang disebut Dinopis ini tidak menunggu mangsanya terperangkap dalam jaring, tapi ia membuat perangkap bergerak. Ia membuat benang khusus dengan membuat dua ratus gulungan per menitnya. Ia lalu merangkaikan benang-benang ini dengan mengikuti suatu pola yang cerdas. Dengan cara ini, sebuah perangkap mematikan pun kini telah siap.

Ia menunggu di tempat yang sering dilalui serangga untuk menyergapnya. Matanya yang tajam mampu melihat gerakan paling lemah sekalipun. Ia lalu membungkus mangsanya dalam jerat khusus. Laba-laba menangkap lebih dari satu mangsa dalam semalam, dan menganyam jaring yang berbeda untuk setiap mangsa. Jaring ini sungguh merupakan keajaiban desain. Mangsa yang tertangkap tidak berkesempatan untuk lolos.


Laba-laba Dinopsis yang baru lahir telah mampu menganyam jaring mungil. Bayi laba-laba ini sudah menjadi insinyur semenjak ia lahir ke dunia. Kehadiran sejumlah laba-laba muda di tempat sempit dapat menimbulkan sedikit masalah, namun pada akhirnya, segalanya mulai membaik. Bayi laba-laba ini akan segera meninggalkan induk mereka untuk membangun sarang mereka sendiri.

Bolas: Sang Ahli Kimia
 
Metode berburu Bolas adalah satu lagi keajaiban penciptaan. Laba-laba ini menggunakan metode yang unik untuk menarik perhatian mangsanya, yakni ngengat jantan. Ia pun membuat benang yang lebih kuat dari baja dalam tubuhnya. Benang ini terbungkus oleh butiran-butiran lengket.

Ia mengulurkan benangnya dari sebuah pohon layaknya tangkai pancing, melemparkan tali pancing lalu menunggu dengan sabar, persis seperti pemancing. Laba-laba ini memiliki tipuan cerdik untuk menarik perhatian mangsanya. Ngengat betina mengeluarkan hormon feromon untuk menarik ngengat jantan kepadanya. Laba-laba meniru memproduksi aroma ini dan meletakkannya di bagian ujung perangkap.


Ngengat jantan tergoda mendekati perangkap tersebut. Ketika ngengat mendekat, laba-laba segera menggerakkan benang layaknya sebuah jerat. Dengan rangcangan perangkap ini, ia berhasil menangkap mangsanya.


Feromon memiliki formula kimia yang khas, dan hanya ditemukan pada ngengat betina. Kita harus melewati serangkaian tahapan percobaan dalam laboratorium kimia modern jika ingin membuat bahan kimia yang sama.


Jika kita beranggapan bahwa laba-laba menggunakan kecerdasannya sendiri untuk membuat hormon ini, maka ia harus mengikuti tahapan yang sama. Pertama, ia harus mendapatkan ngengat betina dan belajar bagaimana sang betina ini menarik perhatian ngengat jantan. Lalu ia harus mengambil sampel feromon dari ngengat betina. Ia harus mempelajarinya, dan melakukan berbagai uji laboratorium terhadap formula kimia yang ia temukan. Kemudian ia harus melekatkan zat kimia yang dibuatnya pada ujung tali jeratnya. Namun, laba-laba mungil ini tidak memiliki kecerdasan untuk melakukan pekerjaan seperti ini, apalagi keahlian dan laboratorium kimia.


Jadi, bagaimana laba-laba ini mampu meniru membuat feromon, layaknya seorang ahli kimia? Bagaimana ia berpikir untuk menempelkannya diujung benangnya? Pertanyaan-pertanyaan ini menghantarkan kita pada kebenaran yang nyata. Zat kimia feromon, ngengat betina yang memproduksinya dan laba-laba yang menggunakannya untuk berburu, kesemuanya diciptakan oleh Allah. Contoh ini, sekali lagi menunjukkan kesempurnaan ciptaan Allah, Penguasa seluruh alam, dan semua makhluk hidup di dalamnya. Laba-laba muda


Bolas telah mampu membuat tali jeratnya yang pertama kali. Laba-laba ini bahkan lebih kecil dari ujung jari Anda, dan jeratnya lebih kecil dari kepala jarum.

Trapdoor: Si Ahli Pembuat Sensor
 
Satu spesies lain yang menggunakan teknik sangat cerdas untuk menangkap mangsanya adalah Trapdoor. Berbeda dengan laba-laba lain yang menggunakan jaring, spesies ini menyerang dari dalam tanah. Mula-mula ia menggali liang dalam tanah, kemudian membuat penutup melingkar untuk sarangnya dengan menggunakan benang dan tanah. Ia menempelkan salah satu tepi penutup ini ke tanah seperti engsel.

Ia merentangkan benang-benang ke arah luar dari sarangnya, lalu menyamarkan benang dan pintu masuk ke sarang dengan tanah atau dedaunan. Sistem ini menjadikannya mampu merasakan getaran paling lemah di luar sarangnya, dan langsung menyergap sumber getaran tersebut.


Perangkap yang telah selesai dibuat, dan telah siap digunakan, sama sekali tersamarkan. Dengan demikian, serangga yang mendekatinya tidak merasa curiga, hingga akhirnya ia menjadi mangsa bagi laba-laba. Tapi, bagaimana laba-laba yang tak mampu berpikir dan bernalar, memiliki ide untuk membuat perangkap, dan kemudian menempatkan sensor sensitif di bagian luarnya. Siapakah yang mengajarinya menyembunyikan sarang dengan menyamarkannya seperti bunga di atas tanah? Dan yang lebih menarik lagi adalah kenyataan bahwa setiap laba-laba yang lahir mengetahui teknik berburu dari jenisnya.


Tak diragukan lagi, ini adalah bukti bahwa laba-laba diberi ilham agar dapat membuat jaring dan membangun perangkap. Dialah Allah, Tuhan Seluruh Alam, yang menciptakan makhluk-makhluk ini dengan perilaku mereka yang mengagumkan, dan mengilhami mereka tentang apa yang mereka kerjakan.
Harun Yahya 

Delegasi Luar di Gaza: Hamas Jadi Gerakan Internasional 0 komentar


[ 09/12/2012 - 02:18 ]

 
Gaza – PIP: “Ini pemandangan yang hebat. Pemandangan menggetarkan jiwa. Kami hanya bisa memekikkan pekikan kemenangan. Allahu Akbar walillahil hamd” tegas seorang relawan Aljazair tanpa menyebutkan namanya karena saking penuh sesaknya orang.
Relawan ini sebenarnya tergabung dalam delegasi Aljazair yang mengenakang slayer kepala bertuliskan “Brigade Al-Qassam” dan membawa bendera Hamas serta bendera Aljazair. Kami datang ke tempat ini untuk menghadiri gegap gempita kegembiraan Islam ini dan kemnangan ini yang digelar oleh Hamas, dan gerakan ini bukan lagi menjadi gerakan Palestina tapi menjadi gerakan internasional, tegasnya.
Milad dan hari jadi Hamas ke-25 ini dihadiri oleh ratusan delegasi dari negara-negara Arab, Islam dan dunia dan penuh sesak di lapangan Al-Katibah dan luber ke jalan-jalan.
Kami Datang Perbarui Janji
Sementara itu, Syekh Husain Ahmad Qasim, anggota Rabitah Ulama Islam di Libanon termasuk yang duduk di depan dekat panggung menegaskan kepada koresponden PIP, “Kami datang untuk mengikuti pesta kemenangan ini dan kami katakan kepada warga Jalur Gaza  bahwa kalian tidak sendiri, kami bersama kalian dan semua bangsa bersama kalian,” turut Syekh Husain.
Ia menambahkan, kami ikut kewajiban nasional dan syariat kami untuk warga Gaza dan Palestina dan hak kami membela Palestina dari semua tempat suci kami dan semua jengkal tanah yang suci ini, tuturnya.
Masuknya delegasi Gaza adalah kemenangan dan kami menegaskan janji kembali dan baiat kami kepada Brigade Al-Qassam, Hamas dan perlawanan.
Hamas Terdepan dalam Perlawanan
Sementara itu, Dr. Akram Al-Adluni, mantan sekjen Al-Quds Institusi Internasional yang datang ikut dalam merayakan milad Hamas ini mengatakan, kami melihatnya sebagai kata-kata yang baik seperti halnya pohon yang baik dan diberkahi, akarnya di dalam tanah dan cabangnya ke langit.

Misy’al: Persatuan Asas Perlawanan Bersenjata dan Rakyat 0 komentar

[ 09/12/2012 - 12:30 ]


Gaza – PIP: Kepala Biro Politik Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Khaled Misy’al mengatakan bahwa persatuan Palestina warus dibangun di atas asas perlawanan bersenjata dan perlawanan rakyat. Dia menegaskan bahwa seluruh faksi Palestina adalah sekutu di tanah air (Palestina) ini.
Hal tersebut disampaian Misy’al dalam pidato di Univestitas Islam Gaza, Ahad (9/12). Dia mengatakan, “Palestina kebih besar tanggung jawabnya bila hanya dipikul olehsatu faksi saja. Kita telah salah pada hak sebagian dari kita, kita membutuhkan gerakan Fatah.”
Misy’al menegaskan bahwa gempuran ke Tel Aviv adalah diluar perkiraan entitas zionis Israel. Dia menjanji tidak ada meremehkan dan meninggalkan prinsip.
Dia mengatakan, “Kita akan membebaskan Palestina, sejengkal demi sejengkal. Kita tidak akan melepaskan konstanta dan prinsip-prinsip kita apapun kondisinya.”
Pemimpin Palestina ini menegaskan bahwa ilmu adalah salah satu capaian bangsa Palestina. Dia menjelaskan bahwa ilmu adalah asas menciptakan senjata dan roket perlawanan. Dia memuji Univestitas Islam Gaza dan kedudukan ilmiyahnya yang telah direalisasikan dan kampus-kampus Palestina lainnya meski dibawah penjajahan.

Israel Tangkap 3 Warga al Quds, Termasuk Seorang Anak 0 komentar


[ 09/12/2012 - 12:47 ]


Alquds – PIP: Pasukan penjajah zionis Israel menangkap tiga warga al Quds termasuk seorang anak setelah melakuikan aksi unjuk rasa solidaritas kepada para tawanan di penjara-penjara zionis Israel.
Sumber-sumber di al Quds mengatakan bahwa serdadu zionis Israel menangkap Umar Ubaid (15 tahun) setelah memukulinya dengan keras, saat korban berusaha mencapai daerah gerbang al Amud. Akibatnya dia mengalami luka parah. Pasukan Israel juga menanglkap seorang pemuda Auda Daryas setelah menghentikan mobilnya dan menggeledah isinya. Mereka juga menangkap pemuda Wajd Ghausha di gerbang al Amud.