Sabtu, 07 Desember 2013

Keajaiban One Day One Juz 0 komentar


*by Ria Nurfitriani Dewi


Siang tadi admin ikhwan One Day One Juz 100 (pak Agung Sulanjana) kirim tulisan ini:

One Day One Juz (ODOJ) adalah program yang diinisiasi oleh Rumah Qur’an untuk memfasilitasi dan mempermudah umat Islam agar dapat membiasakan tilawah Al-Qur’an 1 juz sehari. Dalam perkembangannya, banyak ‘kejaiban’ Al Qur’an dirasakan oleh gerakan One Day One Juz yang memanfaatkan instant messager ini.

Apa saja ‘keajaiban’ tersebut? Diantaranya seperti tulisan Koordinator Admin One Day One Juz Ricky Adrinaldi melalui pesan dalam grup ODOJ yang beredar pagi ini:

Inikah Keajaiban Al-Qur’an?
Alhamdulillaah..
Rasa-rasanya baru kemarin ODOJ cuman berjumlah puluhan orang.. bahkan untuk mengaktifkan sebuah grup ikhwan saja butuh waktu 15 hari..
Sekarang.. dalam waktu kurang lebih hanya 3 minggu jumlah member sudah hampir menyentuh angka 5000.. Subhanallaah.. hanya dalam waktu 3 minggu..

Inikah keajaiban Al-Qur’an?
Entah mengapa pagi itu setelah beberapa hari mulai sibuk di ODOJ, tiba-tiba saja masuk ke emailku kesempatan dari 2 perusahaan baru pada saat kontrakku tidak diperpanjang lagi.

Inikah keajaiban Al-Qur’an?
Senang sekali rasanya bisa bekerja di “Amal Corporate” dengan orang-orang profesional yang menyediakan diri untuk mengatur grupnya setiap malam ditambah lelangan padahal mereka punya keluarga..

Inikah keajaiban Al-Qur’an?
Dan sekarang.. tahu-tahu sudah mempersiapkan grand launching di bulan Mei nanti dengan peserta puluhan ribu dan bekerja dengan teman-teman yang super kreatif.. Masya Allah.

Inikah keajaiban Al-Qur’an?
Rasanya ingin bermimpi bahwa suatu saat ada film ODOJ layar lebar yang ditonton oleh semua kalangan dan digarap sedemikian rupa dengan sangat menarik yang menampilkan keseruan dan intrik-intrik para member yang dikejar setoran tilawah tapi disibukkan oleh kesehariannya. Terutama ada adegan ketika seorang member yang naik motor, kemudian berhenti di tepi jalan dan tilawah sebentar lalu pulang.

Inikah keajaiban Al-Qur’an?
Ingin rasanya bermimpi bahwa di setiap sekolah, kampus dan kantor mewajibkan kepada siswa untuk ODOJ.
Kalaulah ini terjadi.. ODOJ akan mengglobal dan membudaya di seluruh negara.. tidak hanya tren sesaat.
Ketika ODOJ menjadi budaya, maka tugas kita selesai sudah, sahabatku..
Barakallahu.

(Sumber: http://www.bersamadakwah.com/2013/11/kejaiban-al-quran-di-balik-one-day-one.html)

MasyaAllah.. Aseli merinding.

“ODOJ bagi saya adalah bentuk nyata kita umat muslim, bersama menetralisir budaya bangsa yang semakin terkikis, aturan-aturan agama yang tidak dihiraukan lagi, moral generasi bangsa yang semakin tidak karuan bahkan sistem pemerintahan yang semakin semrawut. Apalagi kalau kita bayangkan ODOJ ini mendunia? Terimakasih kepada yang telah menginisiasi gerakan ini.” (Lista, admin One Day One Juz 229)

AGREE! Bersyukur digerakkan Allah jadi bagian dari gerakan ini. Awalnya agak berat, namun setelah beberapa hari gabung, alhamdulillah makin nikmat baca Al-Qur’an :’) Dengan berjamaah di komunitas jadi saling memotivasi dan mengingatkan.

UPDATE Jumlah ODOJ per 5 Desember 2013 pukul 12.00 WIB:
Ikhwan 110 Grup
Akhwat 245 Grup
Total 355 GRUP = 10.650 ODOJers
Allahuakbar..

Setelah Ustadz Salim A.Fillah, Anton Medan. Sekarang Teuku Wisnu juga bergabung dengan ODOJ.. Grup Ikhwan 107. Alhamdulillaah. Semoga makin banyak yang gabung di ODOJ.
FYI, di Qatar juga sudah ada grup ODOJ. MasyaAllah :’) Ga sabar denger kabar bahagia “Semua umat muslim di dunia sudah menjadikan One Day One Juz sebagai gaya hidup, lillaah” ♥

Indahnya ukhuwah.. Walaupun belum pernah ketemu sama 90% saudari-saudariku Grup ODOJ 229, namun kekeluargaannya….kerasa banget. Khataman tiap hari in shaa Allah. Sharing banyak hal.
I love them because of You, Ya Rabb. Bless them with Your Rahmah. Aamiin..

Yuk gabung bersama One Day One Juz! Kecipratan semangat baca Qur’an, ketagihan baca Qur’an dan makin cinta Qur’an (In shaa Allaah) :)

“Orang yang mahir membaca Al-Qur’an bersama para malaikat yang mulia dan baik-baik, sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dan terbata-bata membacanya, mengalami kesulitan melakukan hal itu, maka baginya DUA pahala.” (HR Muslim)

*sumber: https://rianurfitrianidewi.wordpress.com/2013/12/05/keajaiban-one-day-one-juz/


____
NB:

PENDAFTARAN

(admin kjutip dari situs resmi ODOJ onedayonejuz.org)

Cara Daftar, ketik : Gabung – Nama – Domisili – Usia – Nomor HP/Wa/BB

Contoh : Gabung-Rudi Suliwtiawan-Tangerang-35 th-0819871111111

ODOJ Pria/Ikhwan

No /Nama /Kontak
1     Widodo     085727484857
2     Fajar     083822493100
3     Fatah     081110 71736
4     Andhira     08561453464
5     Dedi     085925159202
6     Haidir     081314774290
7     Ricky     0811806504



ODOJ Perempuan/Akhwat

No /Nama /Kontak

1     Dian     085210836063
2     Aisi     081928831066
3     Fatmawati     08881635703
4     Isna     085693534392
5     Mala     085380290089
6     Ambar     085216731160
7     Maryana     085769240803
8     Eka     085642570693
9     Monalisa     08119993387

Anis Matta: Jembatan Dunia itu Bernama Mandela 0 komentar


JAKARTA (6/12) – Sejarah suatu bangsa dalam gelombang demi gelombang. Terkadang, gelombang itu begitu besar hingga mempengaruhi dunia. Itulah yang terjadi di Afrika Selatan. Setelah mendekam dalam penjara bertahun-tahun, Nelson Mandela memenangkan pemilu dan menjadi Presiden negara itu, serta memaafkan semua musuh-musuhnya dalam suatu gelombang pemaafan dan rekonsiliasi. Hari ini, dunia kehilangan guru dunia itu, karena Mandela berpulang ke haribaan Allah SWT setelah  berjuang melawan infeksi paru-paru.

“Dunia kehilangan jembatan yang menghubungkan banyak dunia. Generasi lama yang penuh kebencian dan kekerasan, dijembatani menuju generasi baru yang demokratis dan cinta damai. Dari Afrika yang identik dengan kemiskinan dan keterbelakangan, dihantarkan menjadi simbol kemajuan dan kesetaraan dengan pusat-pusat kemajuan dunia. Lihat kesuksesan Piala Dunia 2010. Itulah Mandela,” ujar Presiden Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta

Indonesia punya keterkaitan sejarah dan budaya yang panjang.  Literatur sejarah mencatat Islam datang ke Afrika Selatan dibawa oleh Syekh Yusuf dari Bugis yang diasingkan oleh penjajah Belanda pada 1693. Syekh Yusuf kemudian dianggap sebagai Bapak komunitas muslim dan budaya melayu dari Indonesia di semenanjung selatan benua Afrika itu. “Kaitan budaya itu dilanjutkan oleh Mandela dengan kegemarannya memakai batik. Saya tidak tahu ide dari mana. Kalau tidak salah, ketika Mandela bertemu Pak Harto. Tapi dari situ kita bisa lihat kejeniusan Mandela menempatkan dirinya sebagai jembatan budaya antara Indonesia dan Afrika Selatan lewat batik,” tambah Anis lagi.

Figur Mandela mirip dengan para pendiri bangsa Indonesia. Sebagai anak kepala suku, Mandela bisa saja berkompromi dan menikmati previlese dari status sosialnya. Tapi Mandela memilih untuk berjuang memerdekakan bangsanya dari penjajahan dan diskriminasi rasial. Ia dipenjara dan hidup sengsara. Sama seperti para pencetus Sumpah Pemuda. “Sebagai kalangan terdidik, para pencetus Sumpah Pemuda 1928 itu bisa saja menjadi birokrat dalam pemerintahan kolonial Belanda dan hidup makmur. Tapi mereka memilih untuk berjuang, memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan. Ini pelajaran sejarah universal yang kita pelajari dari Mandela,” Sambung Anis lagi

“Kita semua kehilangan Mandela. Dialah tokoh yang dilahirkan oleh sejarah, dunia berduka atas kepergiannya, Warisannya tentang rekonsiliasi dan pemaafan menyumbang kekayaan khazanah demokrasi di dunia,” tutup Anis.

Senin, 11 Maret 2013

Selalu Berpikir Positif terhadap Pasangan 0 komentar


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQ03Vr50If5BN0cQ2Z-4ptPHkJjGZVfPhy4BPgmbONlp59d6HC0fk0b3dljwynxsbuIp5RoC8OrU5TS522ArdlBZIcDFwgfU7wJ8xf1TIi0K7-48YL-_RLiBc8U-seWG9gNXdU70jMOq_a/s1600/berpikir-positif1-300x225.jpg
“Saya sangat kecewa dengan isteri saya”, kata seorang suami saat melakukan konseling. “Dia tidak pernah bisa berbicara lembut. Ucapan dan nada bicaranya selalu tinggi dan kasar. Setiap hari dia membentak-bentak saya, seakan-akan saya itu pesuruh atau pembantunya. Dia tidak menghargai saya sebagai suami”, lanjutnya.

Benarkah sang isteri bersikap kasar dalam berbicara dan sering membentak-bentak? Ternyata tidak demikian versi sang isteri. Dalam sesi selanjutnya, sang isteri mengungkapkan pembelaannya.
“Saya merasa selalu menghargai dan mengormati suami. Jika nada bicara saya dianggap kasar, itu karena ia terbiasa dengan gaya bicara keluarganya di Jawa yang lembut. Saya merasa berbicara dengan wajar saja. Beginilah kebiasaan suku kami dalam berbicara satu dengan lainnya. Ini bukan pembicaraan yang kasar”, kata sang isteri membela diri.

Ternyata yang terjadi adalah perbedaan kultur. Suami dan isteri lahir serta besar dari kultur yang berbeda, sehingga cara berkomunikasi pun berbeda. Sayangnya hal itu tidak segera disadari, sehingga membuat suami merasa tidak dihargai. Sisi lain, mereka tidak mampu segera melakukan penyesuaian diri, sehingga menemukan format komunikasi yang mereka sepakati dalam keluarga.

Catatan penting lainnya adalah dalam cara memandang dan cara menilai pasangan. Sang suami terlalu cepat menilai negatif isterinya. Hanya karena cara berbicara sang isteri yang cenderung menggunakan nada tinggi, ia langsung menganggap isterinya kasar, keras dan membentask-bentak. Ia berpikir, isterrinya tidak bisa mengharagai dan menghormatinya sebagai suami. Ini adalah salah satu contoh berpikir negatif, yang akhirnya berdampak salah dalam mengambil kesimpulan.

Positive Thinking kepada Pasangan

Hendaknya kita selalu berpikir positif, melihat hal-hal kebaikan, sisi-sisi kelebihan dari pasangan, bukan mencari-cari kesalahan, kelemahan, kekurangan dan hal-hal negatif dari pasangan. Dalam contoh di atas, dampak dari negative thinking yang dimiliki suami, ia telah menganggap seakan-akan tidak ada lagi kebaikan pada isterinya. Seakan-akan sang isteri memiliki perangai buruk dan tidak ada kebaikan yang bisa diharap darinya. AKhirnya sang suami merasakan kekecewaan yang berlebihan.

Ini bermula dari cara memandang pasangan. Jika suami menggunakan cara pandang negatif, maka apapun perbuatan isteri masuk dalam cara pandang ini. Tidak ada kebaikan dari perbuatan isterinya. Namun jika menggunakan cara pandang positif, maka semua yang dilakukan isteri memiliki nilai positif di mata suami.

Dalam kaitan dengan cara pandang positif ini, Kanjeng Nabi telah berpesan:

Janganlah seorang laki-laki beriman membenci (menceraikan) perempuan (istrinya). Jika ia tidak menyukai salah satu perangainya, niscaya ia masih menyukai segi-segi lainnya”.

Selama pasangan Anda masih berjenis manusia, Anda akan selalu mendapatkan kelemahan dan kekurangan darinya. Tidak ada manusia sempurna di muka bumi ini. Semua memiliki sisi kelemahan, sebagaimana pasti juga memiliki sisi kekuatan. Semua orang memiliki kekurangan, sebagaimana ia juga memiliki kelebihan.

Kalaupun melihat hal yang kurang dan lemah dari pasangan, adalah menjadi kewajiban kita untuk melakukan perbaikan dan pembinaan, agar bisa lebih baik dan lebih kuat. Bukan untuk dicela, dicacat, dicaci maki, dan diadili sisi kelemahan dan kekurangannya. Jangan jadikan kelemahan sebagai titik pandang pertama melihat pasangan. Jadikan kelebihan dan kebaikannya sebagai titik pandang, sehingga berbagai kelemahan yang ada lebih bisa diterima, untuk diperbaiki dan ditingkatkan.

Seorang penyair Arab menuliskan ungkapan yang sangat tepat untuk memahami masalah ini:

Idza kunta fi kullil umuri ’atiban, shadiqaka lam talqalladzi laa tu’atibuhu…..

Apabila dalam segala hal Anda selalu mencela, maka Anda tidak akan menjumpai orang yang tidak Anda cela…..

Ya, jika cara pandang adalah negative thinking maka semua akan negatif, jelek, dan tidak ada yang menyenangkan Anda. Hal-hal yang sebenarnya positif dan baik pun, bisa dinilai sebagai jelek dan salah apabila sudah telanjur berpikir negatif.

Kalau kita kembali kepada ajaran agama, Tuhan melihat kebaikan hamba dengan berlipat ganda besar pahalanya, sementara melihat keburukan hamba hanya sebesar poin yang dikerjakan, tidak dilipatkan.

Ini memberikan spirit pelajaran, bahwa semestinya kita lebih banyak melihat sisi kebaikan orang lain, bukan fokus melihat sisis kekurangannya. Apalagi dalam kehidupan rumah tangga, hendaknya memberi nilai yang besar dan berlipat ganda atas kebaikan pasangan kita, dan tidak melebih-lebihkan dalam melihat sisi kekurangan dan kelemahan pasangan.

Berpikir positiflah kepada pasangan, dan Anda akan selalu merasa bahagia bersama pasangan. Selamat pagi, selamat beraktivitas.

Cahyadi Takariawan

Rahasia dibalik Warna Kulit 0 komentar

 “Putih itu cantik” ya itulah yang terekam dalam ingatan kita, setiap wanita hakikatnya senang tampih apik, namun sayangnya doktrin bahwa putih itu cantik, membuat wanita berlomba-lomba memutihkan kulitnya. Bahkan dengan menggunakan beragam cara dari cream pemutih hingga mandi susu. Namun, taukah kamu bahwa bukan tanpa maksud sang pemilik manusia menciptakan beragam warna kulit. Mari kita simak kutipan berikut ini.

Warna kulit manusia ditentukan oleh berbagai faktor, yang terpenting adalah jumlah pigmen melanin kulit, peredaran darah, tebal tipisnya lapisan tanduk dan adanya zat-zat warna lain yang bukan melanin yaitu darah dan kalogen. Dalam keadaan normal, melanin dihasilkan secara teratur oleh sel melanosit. Melanin, selain memberi warna pada kulit, juga berfungsi melindungi kulit dari terpaan sinar matahari yang dapat merusak struktur kulit, dan kulit menjadi gelap. Melanin sangat berguna melindungi kulit terhadap penyinaran sinar ultra violet. Pembentukan pigmen melanin dirangsang oleh sinar ultra violet.
Semoga kita bisa menjadi hambaNya yang cerdas memahami kasih sayangNya.


diambil dari berbagai sumber

Minggu, 09 Desember 2012

Tahukah Anda Bahwa Alqur'an Telah Lama Bicara Soal Proses Pembentukan Hujan? 0 komentar

Islamedia - Proses terbentuknya hujan masih merupakan misteri besar bagi orang-orang dalam waktu yang lama. Baru setelah radar cuaca ditemukan, bisa didapatkan tahap-tahap pembentukan hujan.

 
Pembentukan hujan berlangsung dalam tiga tahap. Pertama, "bahan baku" hujan naik ke udara, lalu awan terbentuk. Akhirnya, curahan hujan terlihat.

Tahap-tahap ini ditetapkan dengan jelas dalam Al-Qur’an berabad-abad yang lalu, yang memberikan informasi yang tepat mengenai pembentukan hujan,

"Dialah Allah Yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendakiNya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya; maka, apabila hujan itu turun mengenai hamba-hambaNya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka menjadi gembira" (Al Qur'an, 30:48)

Kini, mari kita amati tiga tahap yang disebutkan dalam ayat ini.

TAHAP KE-1: "Dialah Allah Yang mengirimkan angin..."

Gelembung-gelembung udara yang jumlahnya tak terhitung yang dibentuk dengan pembuihan di lautan, pecah terus-menerus dan menyebabkan partikel-partikel air tersembur menuju langit. Partikel-partikel ini, yang kaya akan garam, lalu diangkut oleh angin dan bergerak ke atas di atmosfir. Partikel-partikel ini, yang disebut aerosol, membentuk awan dengan mengumpulkan uap air di sekelilingnya, yang naik lagi dari laut, sebagai titik-titik kecil dengan mekanisme yang disebut "perangkap air".

TAHAP KE-2: “...lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah
membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal..."

Awan-awan terbentuk dari uap air yang mengembun di sekeliling butir-butir garam atau partikel-partikel debu di udara. Karena air hujan dalam hal ini sangat kecil (dengan diamter antara 0,01 dan 0,02 mm), awan-awan itu bergantungan di udara dan terbentang di langit. Jadi, langit ditutupi dengan awan-awan.

TAHAP KE-3: "...lalu kamu lihat air hujan keluar dari celah-celahnya..."

Partikel-partikel air yang mengelilingi butir-butir garam dan partikel -partikel debu itu mengental dan membentuk air hujan. Jadi, air hujan ini, yang menjadi lebih berat daripada udara, bertolak dari awan dan mulai jatuh ke tanah sebagai hujan.

Semua tahap pembentukan hujan telah diceritakan dalam ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, tahap-tahap ini dijelaskan dengan urutan yang benar. Sebagaimana fenomena-fenomena alam lain di bumi, lagi-lagi Al-Qur’anlah yang menyediakan penjelasan yang paling benar mengenai fenomena ini dan juga telah mengumumkan fakta-fakta ini kepada orang-orang pada ribuan tahun sebelum ditemukan oleh ilmu pengetahuan.

Dalam sebuah ayat, informasi tentang proses pembentukan hujan dijelaskan:

"Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan- gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (Al Qur'an, 24:43)

Para ilmuwan yang mempelajari jenis-jenis awan mendapatkan temuan yang mengejutkan berkenaan dengan proses pembentukan awan hujan. Terbentuknya awan hujan yang mengambil bentuk tertentu, terjadi melalui sistem dan tahapan tertentu pula. Tahap-tahap pembentukan kumulonimbus, sejenis awan hujan, adalah sebagai berikut:

TAHAP - 1, Pergerakan awan oleh angin: Awan-awan dibawa, dengan kata lain, ditiup oleh angin.

TAHAP - 2, Pembentukan awan yang lebih besar: Kemudian awan-awan kecil (awan kumulus) yang digerakkan angin, saling bergabung dan membentuk awan yang lebih besar.

TAHAP - 3, Pembentukan awan yang bertumpang tindih: Ketika awan-awan kecil saling bertemu dan bergabung membentuk awan yang lebih besar, gerakan udara vertikal ke atas terjadi di dalamnya meningkat. Gerakan udara vertikal ini lebih kuat di bagian tengah dibandingkan di bagian tepinya. Gerakan udara ini menyebabkan gumpalan awan tumbuh membesar secara vertikal, sehingga menyebabkan awan saling bertindih-tindih. Membesarnya awan secara vertikal ini menyebabkan gumpalan besar awan tersebut mencapai wilayah-wilayah atmosfir yang bersuhu lebih dingin, di mana butiran-butiran air dan es mulai terbentuk dan tumbuh semakin membesar. Ketika butiran air dan es ini telah menjadi berat sehingga tak lagi mampu ditopang oleh hembusan angin vertikal, mereka mulai lepas dari awan dan jatuh ke bawah sebagai hujan air, hujan es, dsb. (Anthes, Richard A.; John J. Cahir; Alistair B. Fraser; and Hans A. Panofsky, 1981, The Atmosphere, s. 269; Millers, Albert; and Jack C. Thompson, 1975, Elements of Meteorology, s. 141-142)

Kita harus ingat bahwa para ahli meteorologi hanya baru-baru ini saja mengetahui proses pembentukan awan hujan ini secara rinci, beserta bentuk dan fungsinya, dengan menggunakan peralatan mutakhir seperti pesawat terbang, satelit, komputer, dsb. Sungguh jelas bahwa Allah telah memberitahu kita suatu informasi yang tak mungkin dapat diketahui 1400 tahun yang lalu.
 
Harun Yahya

Biarkan Keshalihan itu yang Meminangmu 0 komentar

Islamedia - Sejenak mari kita melihat diri ini. Disaat masa muda kian lama kian menua. Wajah ini pun kian lama kian layu seiring dengan usia yang semakin tua. Keceriaan dan kebahagiaan dengan polos yang kita rasa kian mulai memudar dan berganti dengan keresahan-keresahan jiwa. Keresahan yang membuat kita menitik-nitikan air mata, dalam sujud, dalam doa, dalam tiap aktivitas yang lakukan.

Ada apakah gerangan yang membuat kita tak bisa menikmati hidup ini dengan bahagia seperti dulu kala?  Apakah salah hati ini kita yang tiap hari sering merasakan keresahan dan gundah gulana? 
“Rindu pada seseorang” lah yang menyebabkan hati ini resah nan gelisah. Meski kita belum pernah bertemu dengannya. Tapi hati ini ingin sekali bisa bertemu bersanding dengannya, menyatukan hati kita dengan hatinya. Karena Allah memang sengaja menyimpan rapat-rapat rahasia dibalik kerinduan itu agar kita tak melupakan kepada Dia yang membuat rasa rindu.

Penantian memang merupakan ujian yang mesti kita lewati. Ia menuntut totalitas kesabaran kita. Seperti kepompong yang ingin merubah status diri menjadi seekor kupu-kupu cantik nan indah, ia harus melewati masa dan tahap-tahap untuk melepaskan diri.

Ditengah penantian inilah, saatnya kita berbenah diri memperbaiki kualitas diri menjadi pribadi yang shalih. Kita lebih mendekatkan diri kepada Dia yang Maha Membolak-balikkan hati. Yakinlah, dia-nya yang kita rindu untuk hidup bersama juga tengah berusaha melakukan tarbiyah, pembinaan diri, untuk menjemput seseorang yang ia harapkan seperti kita. 

“Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).” (QS. An-Nuur: 26)

Cukuplah ayat ini yang memberikan kabar kepada kita dan memberikan pencerahan atas kerinduan ini. Agar masa-masa keresahan hati akan berujung dengan bahagia karena bisa besanding dengan orang yang shalih dan berakhlaq mulia. Biarkan keshalihan itu yang akan meminangmu. Bukan karena ketampanan dan kekayaan, bukan juga karena kedudukan maupun jabatan. Tapi karena hati yang berbalut iman, melangkah untuk mengamalkan sunnah-nya yang mulia.

"Barangsiapa yang menikahkan (putrinya) karena silau akan kekayaan lelaki meskipun buruk agama dan akhlaknya, maka tidak akan pernah pernikahan itu dibarakahi-Nya, Siapa yang menikahi seorang wanita karena kedudukannya, Allah akan menambahkan kehinaan kepadanya, Siapa yang menikahinya karena kekayaan, Allah hanya akan memberinya kemiskinan, Siapa yang menikahi wanita karena bagus nasabnya, Allah akan menambahkan kerendahan padanya, Namun siapa yang menikah hanya karena ingin menjaga pandangan dan nafsunya atau karena ingin mempererat kasih sayang, Allah senantiasa memberi barakah dan menambah kebarakahan itu padanya” (HR. Thabrani)


"Telah pasti datangnya ketetapan Allah maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang) nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan." (QS. An Nahl : 1)

Dan akhirnya, selamat mananti, selamat menjemput dan menyambut kekasih hati. Semoga barakah, sakinah mawadah warahmah.
Wahyudi Berseri