|
|
|
Nablus-PIP: Dosen ilmu
politik universitas An-Najah Palestina, Prof Abdul Sattar Qosim
mengkritik seruan gerakan Fatah kepada faksi-faksi perlawanan di Gaza
agar menghentikan perlawanan bersenjata menghadapi penjajah Israel.
Qosim menganggap seruan ini sebagai bukti kekalahan dan melayani
kepentingan penjajah.
Kepada Quds Press,
Qosim menyerukan supaya tetap memelihara perlawanan bersenjata sebagai
cara meraih kemerdekaan dan menghadapi penjajah. Apa yang dikatakan
Fatah agar menghentikan perlawanan bersenjata telah kita dengar sejak 40
tahun lalu, dengan dalih bahwa perlawanan akan memperburuk citra
Palestina di hadapan dunia, dan Palestina akan lebih rugi dibandingkan
Israel.
Menurut Qosim, seruan fatah
tersebut tidak logis, sebab perlawanan harus terus berlanjut guna
menekan penjajah supaya mundur dan menarik kendali mereka. Dalam sejarah
dunia, semua bangsa yang berjuang lebih banyak berkorban dibandingkan
penjajah, karena kemampuan perlawanan lebih kecil, namun kemampuan
mereka bersabar lebih besar. Namun kondisi di Palestina agak berbeda,
sebab ada unsur ketiga yang justru menunggu kekalahan perlawanan dan
berpihak membela keamanan penjajah Israel.
Pengamat
politik Palestina ini berpendapat, Tepi Barat yang saat ini terjajah
harus mengambil pilihan perlawanan bersenjata untuk menghadapi tentara
Israel dan membela serangan yang mengincar warga, sementara itu Gaza
harus mengembangkan kemampuan militer dan persenjataan mereka untuk
bersiap diri berpartisipasi jika terjadi perang di masa mendatang. (qm)
http://www.infopalestina.com
|
Jumat, 26 Oktober 2012
Qosim: Seruan Fatah Hentikan Perlawanan Di Gaza Bukti Kekalahan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)









0 komentar:
Posting Komentar