Liga Arab: Israel Terus Hancurkan Kemampuan Produksi Palestina

Minggu, 27 November 2011

Liga Arab: Israel Terus Hancurkan Kemampuan Produksi Palestina




 Sebuah laporan yang diterbitkan Bidang Palestina dan Tanah Arab yang Diduduki Israel di Liga Arab, menegaskan bahwa kebijakan penjajah Zionis Israel dan berbagai praktek yang mereka lakukan sepanjang beberapa tahun yang lalu telah menyebabkan penghancuran kemampuan produksi Palestina dan pengurasan sumber daya yang ada.
Laporan yang diterbitkan hari Ahad (27/11), itu menyebutkan bahwa secara global kebijakan Zionis di tanah Palestina terjajah telah menyebabkan semakin parahnya krisis pengangguran dan kemiskinan di masyarakat Palestina dan mengakibatkan kerugian parah pada ekonomi Palestina.
Nuaf Abu Syamala, peneliti di Departemen Pembangunan dan Rekonstruksi di Bidang Palestina di Liga Arab, menegaskan bahwa seluruh kebijakan agresif Zionis yang diterapkan di wilayah Palestina yang diduduki, menyebabkan intensifikasi krisis pengangguran, kemiskinan, dan kerusakan yang luas bagi perekonomian Palestina.
Abu Syamala menyatakan bahwa berdasarkan prediksi "Biro Pusat Statistik Palestina", proporsi orang yang menderita kemiskinan ekstrim dalam masyarakat Palestina dan tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar mereka seperti makanan, sandang, tempat tinggal, sekitar 45 persen; 65 persen dari mereka di Jalur Gaza.
Dia menambahkan bahwa blokade Zionis telah mengembalikan beberapa pola kehidupan rakyat Palestina ke abad-abad sebelumnya, khususnya di Jalur Gaza. Dia mengingatkan terjadinya intensifikasi krisis ketahanan pangan di Jalur Gaza, yang mengancam sekitar satu juta warga Palestina yang memanfaatkan dari layanan yang diberikan oleh Badan Bantuan dan Pemberdayaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) dan Program Pangan Dunia .
Menurut data yang diterbitkan untuk kuartal pertama tahun ini dari Kantor PBB untuk Koordinasi Bantuan Kemanusiaan, sekitar 80 persen penduduk Jalur Gaza hidup mereka bergantung pada bantuan kemanusiaan akibat berlanjutnya blokade Zionis, yang oleh PBB disebut dengan nama “krisis martabat manusia di Wilayah Palestina yang diduduki". Selain penderitaan mereka akibat krisis pemadaman listrik yang terus berlanjut sampai sekarang sejak pertengahan tahun lalu. (asw)
http://www.infopalestina.com/ms/default.aspx?xyz=U6Qq7k%2bcOd87MDI46m9rUxJEpMO%2bi1s7xYra5GiIySfVCW2ODEFQQB3IVybfZkVx58Z63OCbSn8NeNEdRxQ66St%2bnAIbdVZvzIvYHuc7ClfDVGOtVmkJDSPFsqB/TOfaVf4VDT7%2bxeY%3d


0 komentar: