Tertegun saya membaca berita di liputan6.com. Berita seperti ini sudah sering kita baca di media massa, tetapi kenapa terus saja terjadi. Terulang lagi dan terulang lagi. Coba kita cermati petikan berita berikut ini :
“Seorang warga Lamongan, Jawa Timur, tewas setelah sepeda motor yang dikendarainya menabrak truk yang sedang parkir di jalur poros Surabaya-Lamongan, Senin (12/9/2011). Korban bernama Muthosim, warga Desa Brangsi, Lamongan. Muthosim meninggal dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan.
Menurut saksi mata, korban mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Namun saat itu korban terlihat tengah asyik menggunakan telepon genggam (HP). Akibatnya korban tidak menyadari di depannya ada sebuah truk yang sedang parkir. Tabrakan pun tak terelakan”.
Astaghfirullahal azhim. Mati memang takdir dan rahasia Ilahi. Namun kewajiban manusia adalah bertindak, berbuat, beraktivitas dengan baik dan benar. Untuk itulah Tuhan berikan akal dan hati kepada kita, agar bisa berpikir dan merasakan.
Betapa sering kita menyaksikan pemandangan, orang naik motor dengan laju cukup kencang, sambil menelpon atau membaca dan membalas sms. Ada pula yang menyetir mobil sambil membaca dan membalas sms. Bahkan ada teman yang sangat bangga bisa membongkar pasang baterai HP, mengambil dan mengganti simcard dari HP, sembari menyetir mobil. Ia sering melakukan hal itu, dan baginya itu biasa saja.
Sembrono, itulah ungkapan yang tepat untuk menggabarkan kondisi tersebut. Sebuah perilaku yang menggampangkan dan meremehkan resiko. Padahal resiko itu bukan hanya mengenai dirinya, namun juga membahayakan keselamatan jiwa orang lain.
Berhentilah sejenak, jika memang ingin menelpon atau menerima telepon. Berhenti, menepi, mencari posisi parkir yang nyaman. Lalu anda membuka HP, berbalas sms. Setelah selesai, barulan anda berkendaraan lagi. Bukankah hanya memerlukan waktu sebentar saja, namun lebih menjamin keselamatan ? Atau jika memang sedang dalam kondisi tergesa-gesa, karena harus segera sampai ke tempat tujuan, jangan balas sms, jangan terima telepon, saat anda mengendarai sepeda motor. Nanti sesampai di tempat tujuan baru membuka HP, menelpon atau berbalas sms.
Sayangi nyawa anda yang hanya satu. Namun jika sudah tidak mau menyayangi nyawa anda lagi, hormatilah hak hidup orang lain. Jangan korbankan hak hidup masyarakat pengguna jalan raya, akibat perbuatan sembrono yang anda lakukan.









0 komentar:
Posting Komentar