Prof. Dr. Sulaiman Shalih Jika mau mempertajam pengamatan, kita akan menilai realitas sekarang ini memberikan harapan menggemberikan, kemenangan, dan kebangkitan. Optimalkan akal kita untuk menganalisis berbagai peristiwa, maka kita akan menyimpulkan bahwa bekerjalah kita untuk menambahkan kekuatan dan maju ketika harapan itu muncul di ufuk. Umat kita berada di gerbang era baru dimana dunia berubah baik sistem politik dan ekonomi. Untuk meletakkan kemuliaan umat ini di era itu, kita harus membaca indikator-indikator dan menelusuri perjalanan peristiwa. Karenanya, umat ini membutuhkan ulama-ulamanya di fase penting ini dalam kehidupannya agar mereka bisa merancang jalan masa depan. Namun ulama yang dibutuhkan oleh umat ini adalah yang memiliki keberanian untuk mengumumkan kenyataan sesungguhnya dan tidak takut kecuali kepada Allah, yang bangga berafiliasi kepada umat ini, dan bangsanya. Jika kita lakukan studi realitas, kita menemukan, perasaan dunia saat ini mulai melihat kita dengan terkagum setelah terwujudnya kemenangan revolusi Mesir. Lebih hebat lagi, bahkan dunia mulai meniru para revolusioner Mesir yang mencipta revolusi ddamai melawan rezim otoriter. Revolusi Mesir akan segera menjadi contoh bagi bangsa-bangsa Afrika, Asia, Amerika Latin untuk melawan pemimpinnya yang membebek kepada barat. Pemimpin yang memberikan kesempatan kepada Amerika dan Eropa segala peluang untuk memperdaya dan memanfaatkan negara mereka dan menguras kekayaan mereka serta memiskinkan rakyatnya. Bahkan anehnya, revolusi Mesir itu mulai ditiru oleh rakyat di Eropa. Kenapa aneh, sebab Eropa sudah mapan dengan demokrasi dan mampu mengubah pemimpin mereka dalam pemilu. Berbeda dengan Mesir sama sekali. Kenapa ini terjadi? Sebab sistem kapitalisme telah mengubah demokrasi Eropa dari sarana mengendalikan pemerintahan untuk rakyatnya dan hukum yang benar menjadi sarana untuk menguasai pemegang dana, bursa. Mereka juga yang menguasai media massa untuk menyesatkan opini publik. Kasus Berlusconi di Italia menjadi saksi dari kasus-kasus di Eropa. Rakyat mengenal baik skandal Berlusconi dan capaian-capaian buruknya namun mereka tidak bisa mengubah karena dia memiliki harta dan media. Eropa yang pernah merampas kekayaan bangsa-bangsa lemah di era imprialisme telah tenggelam dalam hidup foya-foya dan perasaan lebih hebat. Namun mereka dasar di awal abad 21 akibat krisis utang yang menjadi ancaman paling berbahaya bagi krisis ekonomi dunia. Negara-negara Eropa sendiri di hadapkan kepada realitas pahit yang memaksanya untuk meninggalkan fenomena gaya hidup foya-foya dan mengurangi upah pekerja dan memecat banyak pegawai. Dalam tahun-tahun ke depan, Eropa akan merasakan pahitnya rasa lapar dan kemiskinan. Jangan mencela siapapun, sebab mereka menganut dan mendukung pemimpin kapitalisme yang sudah ketinggalan jaman. Mereka ikut dalam perang Irak, Afganistan. Mereka sendiri yang menganggarkan triliyunan dolar untuk menghabisi jutaan manusia di Irak dan Afganistan. Semakin pahit kelaparan, Eropa akan semakin sadar bahwa mereka telah melakukan kejahatan sejarah dan menghabiskan uang mereka untuk menyenangkan Amerika yang memperlakukan demokrasi dan HAM dengan cara munafik. Bisa jadi mereka akan diperlakukan sebagaimana rezim Mesir Husni Mubarak. Ini berarti, revolusioner Mesir sudah menjadi guru bagi revolusi-revolusi dunia. Ini target yang ditentukan oleh Imam Syahid Hasan Al-Banna bagi umat. Bulan lalu, penulis ikut dalam konferensi Asosiasi Dunia untuk Studi Komunikasi di Istanbul yang memberikan teori baru dalam proses komunikasi. Dalam forum itu penulis bahagia karena melihat para peneliti Eropa memperlakukan saya dengan penuh hormat dan penuh kagum. Mereka menanyakan berbagai hal kepada saya tentang revolusi Mesir seakan mereka ingin memetik pengalaman seorang peneliti yang ikut dalam aksi revolusi. Revolusi damai ini akan menjadi awal era baru dimana kita akan menempati posisi baru dalam peradaban, kebangkitan kita dan perjuangan kita membebaskan manusia dari kedzaliman. Posisi baru itu adlaah “guru dunia”. (bsyr) Asy-Syarq Qatar |
Label:
palestina









0 komentar:
Posting Komentar