Oleh : Cahyadi Takariawan
Baru saja selesai menghadiri acara Syawalan di Markaz Dakwah, TB Simatupang, Jakarta Selatan. Ratusan aktivis dan pimpinan dakwah dari berbagai wilayah bertemu untuk silaturahim dengan para qiyadah. Alhamdulillah, sebuah suasana yang sangat menyejukkan dan menjadi sarana kangen-kangenan karena bertemu dengan banyak aktivis.
Acara dibuka dengan tilawah, dan dilanjutkan dengan sharing ide dan pemikiran dari peserta. Para qiyadah tidak berkenan memberikan taujih dan justru memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh hadirin untuk menyampaikan apa saja demi kebaikan dan kemajuan dakwah.
Ada banyak peserta yang memberikan usulan, gagasan, pemikiran, kritik dan pertanyaan. Semua dikemas dalam suasana yang santun dan konstruktif. Ada banyak kritik tajam, ada banyak pertanyaan menggelitik, namun disampaikan dalam bingkai ukhuwah dan mahabbah.
Salah satu nasihat yang sangat berkesan disampaikan oleh ibunda Siti Zainab Yusuf, isteri mantan Menteri Perumahan Rakyat, Yusuf Asy’ari. Sebagai peserta paling tua yang hadir dalam acara Syawalan tersebut, beliau memberikan tausiyah, agar seluruh kader dakwah bisa memberikan qudwah atau keteladanan di semua tempat dan semua posisi yang dimiliki.
“Jadilah teladan dimanapun kita berada, sebagai apapun kita. Karena sebelum segala sesuatu, kita adalah da’i. Nahnu du’at qabla kulli syai’. Sebelum menjadi menteri, sebelum menjadi anggota legislatif, sebelum menjadi pengurus partai, sebelum menjadi pejabat publik, kita adalah para aktivis dakwah”, ungkap ibunda Zainab.
Beliau memberikan contoh, bagaimana keteladanan ustadzah Yoyoh Yusroh, Allah yarham. Ustadzah Yoyoh telah menghabiskan seluruh waktunya untuk kebaikan, dimanapun ia berada. Di dalam rumah, di masyarakat, di ormas, di parpol, di parlemen, hingga di percaturan internasional, Yoyoh Yusroh telah terbukti menunjukkan keteladanan. Hingga wafatnya, ia telah memberikan inspirasi dan motivasi positif kepada banyak kalangan. Seperti itulah seharusnya aktivis dakwah.
“Oleh karena itu, saya kira wajib bagi para aktivis untuk membaca buku tentang kehidupan beliau, agar semakin mengerti sosok dan kiprah Yoyoh Yusroh sehingga bisa memotivasi kita terus menjadi teladan dalam kebaikan”, lanjut ibunda Zainab.
Ya, demikianlah seharusnya. Karena dakwah adalah keteladanan, maka para aktivis dakwah hendaknya memberikan teladan kebaikan, dimanapun ia berada.
Terimakasih atas pengingatannya, ibunda.
Pancoran Barat, 14 September 2011









0 komentar:
Posting Komentar