Hamas Serukan Dialog Nasional Soal Langkah ke PBB

Jumat, 23 September 2011

Hamas Serukan Dialog Nasional Soal Langkah ke PBB



Gerakan Perlawanan Islam Hamas menegaskan mendukung dengan upaya dan manuver politik untuk mewujudkan dukungan internasional terhadap hak bangsa Palestina untuk merdeka, menentukan nasibnya, mendirikan negara Palestina dengan kedaulatan penuh, mewujudkan hak-hak nasional Palestina, dan mengecam penjajah Israel dengan tidak mengorban hak-hak yang legal.
Dalam salinan pernyataannya yang diterima Pusat Informasi Palestina hari ini Sabtu (17/9) , Hamas menegaskan bahwa langkah saudara-saudara di Otoritas Palestina di Ramallah kini sedang menuntut keanggotaan Palestina sebagai negara di PBB dilakukan secara sendiri-sendiri. Sangat disayangkan dan jauh dari langkah kesepakatan nasional Palestina. Langkah itu juga tidak dilakukan dalam kerangka strategi nasional perjuangan integral yang disepakati namun sebagai kelanjutan dari perundingan penyelesaian dengan membuang pilihan perlawanan dan menempuh poin kekuatan penekan.
Hamas mengungkapkan keyakinannya bahwa perlawanan, disamping perjuangan politik dan massa, adalah jalan hakiki untuk membebaskan tanah air Palestina dan mengambalikan hak-hak yang terampas serta mendirikan negara Palestina dengan kedaulatan penuh.
Hamas menambahkan, bahwa kebutuhan mendesak bangsa Palestina adalah membebaskan tanah air secara riil untuk didirikan negara Palestina dengan kedaulatan penuh dan kemerdekaan hakiki. Yang dibutuhkan bukanlah terus membicarakan negara yang tidak ada wujudnya di lapangan nyata dan terus sibuk dengan langkah formil yang terbatas pengaruhnya, bahkan mengandung sejumlah bahaya.
Gerakan Hamas menyerukan elit otoritas Palestina di Ramallah, Fatah, kelompok faksi-faksi Palestina untuk dialog dan melakukan evaluasi politik secara mendalam untuk menemukan strategi perjuangan nasional Palestina untuk kemudian disepakati. Juga mengajak agar menghimpun seluruh unsur penekan, terutama perlawanan, sehingga mampu mewujudkan dan mengembalikan hak menentukan nasib bagi bangsa Palestina sendiri.[Inpo Palestina]



0 komentar: