oleh : Cahyadi Takariawan
Siapapun kita, apakah wartawan, penyanyi, da’i, politisi, aktivis anti-korupsi, aktivis dakwah, dalang, pemimpin spiritual, pemuka adat, atlet, hakim, penulis, sastrawan, budayawan, atau apapun atribut kita, semua pasti akan kembali kepada-Nya. “Cukuplah kematian sebagai pemberi peringatan”, demikian sabda Nabi.
Episode Pertama
Rosihan Anwar selama ini dikenal sebagai wartawan lima zaman. Ia telah menjadi penulis sejak zaman penjajahan Belanda sampai sekarang. Di usia senja, ia masih aktif mengirimkan tulisan ke media massa dan menulis buku. Buku terakhir yang dia tulis adalah Sejarah Kecil (Petite Histoire) Indonesia Jilid IV, November 2010. Ia juga menuliskan memoar kehidupan cintanya dengan sang istri dengan judul yang sudah disiapkan, Belahan Jiwa, Memoar Rosihan Anwar dengan Siti Zuraida.
Episode Kedua
Jane mengatakan pihak keluarga telah ikhlas dengan kepergian Franky. “Keluarga telah ikhlas demi kebaikannya karena selama ini dia telah banyak menderita karena penyakitnya,” katanya. Jane juga menambahkan, dirinya kerap menemani sang kakak selama di rumah sakit. “Saat dirawat di rumah sakit, Franky sering bernyanyi,” katanya.
Franky dalam dua tahun terakhir dikabarkan telah mengidap sakit kanker sumsum tulang belakang. Sebelumnya Franky juga pernah mendapatkan perawatan di salah satu rumah sakit di Singapura.
Episode Ketiga
Saat tiba di rumah sakit, aktivis anti-korupsi itu dibawa oleh mobil ambulans dan langsung ditangani Unit Gawat Darurat. Namun jiwa sudah tidak tertolong lagi.
Episode Keempat
Agus Wiyarto, salah seorang kerabat almarhum mengatakan, sebelum meninggal, dalang senior itu keluar masuk rumah sakit selama tiga bulan. Namun menjelang dipanggil Yang Maha Esa, almarhum memilih untuk dirawat di rumah kediamannya.
Episode Kelima
Erni, selaku teman dekat Nurul selama bertahun-tahun di Batam, mengaku sangat kehilangan. Apalagi baginya, Nurul adalah sosok penuh dengan ide-ide cemerlang, penuh cita-cita dan semangat yang meluap-luap. “Dia terus mengajarkan agar tetap berpikir positif walau dalam keadaan sesulit apapun,” ujar Erni.
Erni menambahkan, kepribadian Nurul yang supel, menjadikannya mampu bergaul dengan siapapun bahkan cepat diterima dikalangan manapun. Dalam berdialog atau berbicara dengan siapa pun itu, sosok Nurul selalu mampu menyesuaikan diri dan cepat menerima serta mengerti maksud orang tersebut.
Episode Keenam
Jenazah tiba di rumah duka, kompleks perumahan DPR Kalibata, Jakarta Selatan, sekitar pukul 11.00 WIB. Selanjutnya, almarhum dimakamkan di Yayasan Ummu Habibah, Belendung, Tangerang.
“PKS sangat kehilangan sosok Ustadzah Yoyoh yang luar biasa. Beliau adalah anggota DPR yang sangat sederhana. Bahkan, memiliki 13 putra tidak menghalangi beliau untuk membaktikan diri,” kata Mahfudz Sidik, Sabtu, 21 Mei 2011.
Episode Ketujuh
“Sebelum acara pengambilan sumpah saya sempat berbicara dengan beliau. Wajahnya pucat dan terlihat tidak semangat seperti biasanya,” ujar Basuni, Kamis 26 Mei 2011.
Sesaat menjalang diambil sumpahnya, almarhum sempat pergi ke kamar mandi. Beberapa menit kemudian, para undangan dan sejumlah pejabat tinggi yang akan dilantik, terkejut ketika mendapat laporan kalau Hery Sunaryo, sudah meninggal di dalam kamar mandi di lantai dua Gedung Kejati Sumut, Jalan AH Nasution, Medan.
Episode Kedelapan
Kelahiran Tegal, 4 Juni 1958, Hadibowo menjadi pahlawan saat menjadi bagian dari tim Indonesia merebut Piala Thomas 1984 di Kuala Lumpur. Ketika itu ia berpasangan dengan Christian Hadinata, berhasil mengantar Indonesia merebut Piala Thomas dengan mengalahkan China 3 – 2. Pasangan Christian – Hadibowo menjadi penyelemat tim Indonesia yang saat itu tertinggal 1-2.
Episode Kesembilan
Herman dilantik sebagai wakil ketua BPK pada 26 Oktober 2009. Sebelum masuk jajaran pimpinan BPK, Herman sempat menjadi anggota DPR. Ia duduk di Komisi XI.
Episode Kesepuluh
Suami dari pewaris tahta Kerajaan Pagaruyuang Raudha Thaib ini meninggal saat menyelesaikan tulisan sekitar pukul 07.30 WIB di kediamannya Wisma Indah, Padang. Pendiri teater Bumi ini, dikenal sebagai salah seorang sastrawan dan budayawan senior. Sampai ditetapkan sebagai peraih FTI Award 2011, Wisran menerima penghargaan itu di tempat dia dibesarkan. Radar Panca Dahana langsung yang mengantarkan anugerah tertinggi di dunia teater ini ke Padang.
Wisran Hadi juga pernah tercatat sebagai peraih penghargaan South East Asia (SEA) Write Award tahun 2000 lalu. Anugerah ini didapat setelah menulis kumpulan naskah drama berjudul “Empat Orang Melayu”, yang berisi empat naskah drama: “Senandung Semenanjung”, “Dara Jingga”, ”Gading Cempaka”, dan ”Cindua Mato”. Wisran juga pernah menjadi dosen budaya di Universitas Kebudayaan Malaysia.
Episode Kesebelas
Narator utama pementasan teater, tari, dan musik I La Galigo ini sudah bolak-balik dirawat di beberapa rumah sakit sejak April lalu, antara lain di Rumah Sakit Umum Pangkep, Rumah Sakit Labuang Baji Makassar, dan Infeksion Centre RS Wahidin. Puang Saidi juga sempat dirawat sebelum pementasan I La Galigo di Benteng Rotterdam pada akhir April 2011. Tapi, ia masih bisa tampil dalam pementasan yang disutradari Robert Wilson tersebut dalam keadaan tidak sehat. Setelah pementasan, ia kembali harus menjalani perawatan.
Semasa hidupnya, Puang Saidi melanglang buana dalam pementasan I La Galigo di berbagai kota di dunia. Ia berperan dalam pementasan itu sebagai pembaca sureq atau naskah yang diangkat dari epos masyarakat Bugis Kuno Kerajaan Luwu. Bissu merupakan semacam pendeta atau pemimpin spiritual zaman Bugis Kuno sebelum masuknya agama Islam di wilayah itu. Hingga sekarang, masih ada sebagian masyarakat Bugis yang percaya bahwa Bissu dapat menghubungkannya dengan leluhur dan mengabulkan segala keinginan atau permohonannya melalui doa menggunakan bahasa to rilangi’ atau bahasa orang langit.
Episode Keduabelas
Selain menjabat sebagai Ketua Umum Kadin Banten, almarhum Chasan Sochib saat ini juga masih tercatat sebagai Ketua Umum Pendekar Banten.
Episode Ketigabelas
Zainuddin MZ, sempat tak sadarkan diri sebelum dibawa ke rumah sakit. “Sampai di rumah, keluarga langsung membawa ke RSPP karena pingsan,” kata Mahdi. Menurut dia, Zainuddin menderita beberapa penyakit, “Beliau, sakit gula darahnya kambuh, naik. Jantungnya juga kambuh”.
Zainuddin Muhammad Zein begitu nama lengkapnya lahir di Jakarta tanggal 2 Maret 1951. Beliau menyelesaikan semua sekolahnya di Jakarta dan menyelesaikan strata satu di Universitas Syarif Hidayatullah, Jakarta. Zainuddin mendapat gelar doktor honoris causa dari Universitas Kebangsaan Malaysia.
Episode Keempatbelas
Mungkin siapa saja di antara kita. Maka mari selalu mempersiapkan bekal untuk kembali kepada Allah, karena waktunya tidak pernah diberitahukan kepada kita sebelumnya.
Pancoran Barat, dinihari 6 Juli 2011, 00:30 wib









0 komentar:
Posting Komentar