Islamedia – Majelis Tinggi Islam di al Quds menilai organisasi internasional UNESCO sudah keluar dari kewenangannya dan tidak amanah terhadap peninggalan Islam. Hal tersebut disampaikan Majelis Tinggi Islam menyusul berita media massa yang menyebutkan bahwa organisasi internasional tersebut telah mengakui al Quds sebagai ibukota bagi entitas Zionis Israel. Ketua Majelis Tinggi Islam Syaikh Ikrimah Shabri dalam pernyataannya kemarin malam, Kamis (14/7), mengatakan bahwa organisasi UNESCO telah mengeluarkan sebuah keputusan yang bukan kewenangannya. Oleh karena itu keputusan tersebut tidak sah dan tidak bertanggung jawab. Shabri menyatakan bahwa organisasi internasional ini telah keluar dari kewenangannya dan tidak amanah pada peninggalan Islam dan kemanusiaan.
Dia menegaskan bahwa UNESCO bersikap memihak kepada entitas Zionis Israel, karena mendukungnya dalam langkah-langkah dan permusuhan terhadap lorong barat masjid al Aqsha dan area al Barak (tembok ratapan). Dia mengatakan, yang harus dilakukan lembaga ini adalah bersikap netral, obyektif dan professional, tidak mengikuti hawa nafsu dan kecenderungan politik.
Dr. Ikrimah Shabri meminta negara-negara Arab menarik pengakuannya terhadap organisasi internasional ini dan tidak berinteraksi dengannya. Dia menegaskan bahwa institusi-institusi internasional menetapkan bahwa al Quds masih di bawah pendudukan, karena itu UNESCO harus komitmen pada sikap internasional sebagai bagian dari lembaga internasional. [ifp/asw]









0 komentar:
Posting Komentar