Pawai ini diikuti oleh para anggota dewan legislatif dari kelompok Islam. Turut serta dalam pawai ini anggota anggota dewan dari Nablus Syaikh Hamid Baitawi, Yaser Manshur, Awud Abu Sair, Husni Buraini, Muna Manshur dan ditambah anggota dewan dari daerah Tubas Syaikh Khaled Abu Thawus.
Para anggota dewan menyebut pembunuhan Serhan sebagai kejahatan biadab. Itu adalah bukti serangkaian pembasmian yang ditempuh penjajah Zionis Israel terhadap rakyat Palestina dan eksistensinya. Mereka mengecam sikap diam dunia terhadap apa yang dialami rakyat Palestina.
Penjajah Zionis Israel dinilai terus melakukan serangan dan pemusuhannya terhadap rakyat Palestina, pembunuhan Serhan tidak lain adalah bukti hal itu. Serangan terhadap Serhan dan pembunuhan atas dirinya, serta larangan terhadap tim medis untuk mengevakuasi korban merupakan pelanggaran nyata terhadap piagam internasional.
Sebelumnya, kepada koresponen Pusat Informasi Palestina di kota Nablus, para saksi mata mengatakan lebih dari 11 kendaraan militer zionis Israel menyerbu kamp pengungsi pada pukul 2 pagi. Salah seorang anggota pasukan melepaskan tembakan secara langsung kepada Ibrahim Serhan saat korban berangkat shalat subuh dan mengenainya langsung di pembuluh darah utama di paha kanan.
Mereka menambahkan korban berusaha untuk berlindung di salah satu rumah, namun pasukan penjajah zionis Israel terus memburunya kemudian menyeret dan menahannya. Korban ditiinggalkan tergeletak di salah satu rumah hingga kehabisan darah. Pasukan Israel juga mencegah tim medis dari Bulan Sabit Merah untuk mendekati korban hingga menghembuskan nafas yang terakhir. [ifp/asw]










0 komentar:
Posting Komentar