Lahirnya Sebuah Bisnis Online
Proses lahirnya sebuah portal (yang kemudian menjadi sebuah bisnis online) bersumber dari sebuah ide. Ide yang kemudian dikembangkan menjadi konsep ini biasanya bersumber pada beberapa fakta, yaitu:
- Ada kebutuhan/peluang untuk membuat portal seperti ini
- Belum ada yang mengisi peluang itu (belum ada pesaing)
- Kita memiliki kompetensi untuk membuat portal tersebut (mengisi peluang itu)
Gagasan/konsep itu kemudian diturunkan menjadi sebuah rencana pengembangan, terutama content-content dan fitur-fitur apa saja yang akan kita tampilkan dalam portal baru tersebut. Tahap ini sangat dipermudah dengan banyaknya contoh yang bisa kita lihat di jagat internet. Macam-macam content dan fitur sudah pernah dibuat orang, namun pertanyaannya adalah: apa yang khas dengan portal yang akan Anda bikin ini?
Sesuatu yang belum ada tidak harus kita ciptakan dari nol. Bisa juga berupa perpaduan dari beberapa content dan fitur yang sudah ada. Kita tidak akan tahu benar sebelum produk kita ini kita lemparkan ke pasar, tanggapan pasar kemudian akan sangat berharga untuk pengembangan portal kita berikutnya.
Merancang content dan fitur yang ada adalah satu hal. Namun tidak selesai sampai di sana saja, kita juga harus mempunyai konsep bagaimana mengisi content atau rubrik-rubrik tersebut. Misalnya, ketika pertama kali PortalHR.com berdiri, tentu saja isinya masih kosong. Kami bekerja sama dengan Majalah HC yang pada saat itu masih murni versi cetak untuk memperkaya content PortalHR.com. Namun, hari ini, dua tahun setelah berdiri, PortalHR.com sudah memiliki lebih dari 2500 artikel, dan sebagian besar adalah content yang kami produksi sendiri, ditambah dengan content yang disumbangkan oleh user dan partner.
Nah inilah yang saya maksud dengan mempunyai konsep bagaimana mengisi content tersebut. Dengan content PortalHR.com yang sebanyak itu, di baliknya ada sebuah dewan redaksi yang hanya terdiri dari dua orang yang dedicated, bahkan lebih sering hanya satu orang. Kita bisa membuat banyak rubrik, jangan lupa bahwa orang lain juga bisa membuat rubrik-rubrik ini, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita mengisinya dan membuat rubrik tersebut hidup.
Misalnya, content yang paling banyak diakses hingga saat ini di PortalHR.com adalah Gudang data dan Klinik. Itu berarti, pengunjung PortalHR.com bukanlah orang yang mencari berita, yang bangun pagi dan bertanya, ada berita HR terbaru apa hari ini? Berbeda dengan Detik.com di mana orang datang untuk membaca berita, pengunjung PortalHR.com mencari tools, data, atau informasi, yang mendukung pekerjaan mereka.
Tugas saya adalah mengembangkan content tersebut sehingga portal semakin besar. Untuk mengisi Gudang Data, saya terus mengadakan kerjasama dengan konsultan-konsultan HR misalnya. Demikian juga dengan Klinik, saya mengajak banyak konsultan HR dan praktisi untuk membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang masuk.
Mempelajari keyword trend juga suatu pekerjaan yang penting. Misalnya, ketika heboh tentang SK 4 menteri, segera saya tambahkan data tersebut ke PortalHR.com, karena selama beberapa bulan, Google Trends menunjukkan SK 4 menteri adalah keyword yang paling banyak dicari di Indonesia.
Dengan “hal-hal kecil” seperti ini, kami menaikkan statistik pengunjung. Tidak perlu gembar-gembor promosi yang memakan banyak biaya. Jujur saja, PortalHR.com berkembang tanpa banyak gempita promosi offline. Kami hanya melakukan beberapa event offline dalam skala terbatas, baik atas biaya sendiri maupun bekerjasama dengan mitra bisnis. Namun, lantaran Virtual Consulting mengelola sedemikian banyak portal lain, seperti Selular.co.id, Tangandiatas.com, SWA.co.id, SmartDrive.co.id dan Niriah.com kami dapat beriklan di jaringan portal tersebut. Plus, karena PortalHR.com sangat unik, cukup banyak media online yang ingin menjalin kerjasama promosi ini.
Mempelajari karakteristik pengunjung PortalHR.com yang sebagian besar (lebih dari 80% menurut Google Analytics) masuk dari Search Engine, maka untuk saat ini langkah marketing yang kami lakukan lebih fokus pada optimasi search engine. Itu salah satu yang bisa kita pelajari dari data statistik. Masih banyak data yang bisa menjadi masukan untuk mengenal karakteristik portal Anda.
Proses melahirkan dan membesarkan portal adalah proses belajar terus-menerus. Semakin lama kita akan semakin mengenal karakteristik portal dan behavior pengunjung kita. Mengetahui data ini sangat penting untuk melakukan pengembangan selanjutnya yang akan semakin memperbesar portal kita. Pengembangan ini pun akan terus menggelinding hingga portal kita siap menjadi sebuah bisnis online.
Tulisan terkait:
Membuat Model Bisnis Online (2): Bagaimana Cara Mendapatkan Uang?
Membuat Model Bisnis Online (1): Dari Mana Datangnya Uang?










0 komentar:
Posting Komentar