Tidak Pernah Terlambat Untuk Sukses

Rabu, 24 Agustus 2011

Tidak Pernah Terlambat Untuk Sukses


Oleh : Cahyadi Takariawan

Banyak orang merasa putus asa dalam hidup, ketika mulai memasuki usia tua, sementara kesuksesan belum diraihnya. Mereka mengira bahwa kesuksesan sudah bukan lagi miliknya, dan akhirnya menyerah menerima kenyataan yang ada. Menjadi orang tua “apa adanya”, tanpa berusaha untuk meraih mimpi yang belum sempat terwujudkan di usia muda. Mimpi pun dikubur, buku catatan kerja telah ditutup. Seakan tidak ada kesempatan dan kemungkinan untuk meraih sukses hidup setelah melewat usia 40 tahun.
Kondisi seperti itu hanya menampakkan kelemahan jiwa dan kesempitan dalam cara memandang kehidupan. Sejatinya, sukses tidak mengenal usia. Ada sebagian orang telah mencapai sukses bahkan saat usianya masih sangat muda belia. Ada banyak penyanyi cilik dan bintang sinetron cilik yang telah bersinar pamornya, padahal usia baru sepuluhan tahun, atau kurang. Ada penulis cilik berbakat, yang karyanya dibaca banyak orang, bahkan orang tua ikut membacanya. Padahal ia “hanya” anak kelas tiga Sekolah Dasar. Masih kecil.
Namun tidak jarang ada orang meraih sukses dalam hidup setelah berada pada usia senja. Sensei Keiko Fukuda adalah salah satu contohnya. Nenek berusia 98 tahun ini menjadi perempuan pertama yang mendapat gelar sabuk hitam Judo level 10, yang merupakan tingkatan tertinggi di olahraga beladiri itu. Perempuan yang masih mengajar judo di Noe Valley, San Fransisco, Amerika Serikat ini resmi bergelar sabuk hitam tingkat 10, pada bulan Agustus 2011. Ini menjadi bukti, sukses bisa diraih walau usia menjelang seratus, dimana rata-rata orang sudah merasa tidak mampu melakukan apa-apa di usia itu.
Olah raga judo jelas memerlukan kekuatan fisik yang memadai. Namun hal itu tidak menghalangi Fukuda untuk meraih prestasi tertinggi. Selain Fukuda, hanya ada 16 orang di dunia yang mencapai gelar tertinggi di judo itu. Dari enam belas orang itu, tinggal empat orang yang masih hidup, yaitu Fukuda dan tiga lainnya adalah laki-laki yang tinggal di Jepang. Fukuda merasa terharu dengan pencapaian ini. Air mata membasahi pipinya. “Judo adalah hidupku, ini adalah takdir, tapi aku tak pernah menyangka jalannya akan sepanjang ini,” kata Fukuda.
Judo memang telah menjadi jalan hidup Fukuda. Demi seni beladiri ini Fukuda rela berpisah dengan suaminya dan meninggalkan tanah airnya, Jepang. “Selama hidupku, inilah mimpiku,” kata Fukuda. Ia telah memberikan pelajaran sangat berharga kepada dunia, bahwa usia tidak menghalangi manusia untuk mencapai cita-cita. Usia tidak boleh dijadikan alasan untuk meraih kesuksesan hidup. Dengan ketekunan dan kerja keras, Fukuda berhasil mencapai cita-cita di usia tua.
Jangan pernah merasa terlambat untuk meraih sukses, karena sukses bisa datang pada usia berapapun dalam kehidupan kita. Yang diperlukan adalah semangat yang menyala dan tak mengenal putus asa untuk meraihnya. Tentu saja semua harus dilandasi doa, agar Allah berikan kemudahan serta keberkahan dalam upaya kita meraih kesuksesan dunia.
Ayo terus bekerja dan berkarya, insyaallah kita bisa.
nDalem Mertosanan, 21 Agustus 2011



0 komentar: