Nablus-PIP: Lidah api melahap puluhan hektar di kawasan Jenin sebelum kemudian dipadamkan di wilayah Burin dan Awarta Selatan Nablus, pembakaran ini sengaja dilakukan Israel bertujuan merusak kebun dan orang sekaligus.
Akhir-akhir ini sejumlah pembakaran sering terjadi di ladang dan perkebunan warga desa Palestina, terutama pada musim panen, kondisi ini mengkhawatirkan bagi para petani Palestina dan sejumlah lembaga yang peduli pada pembangunan.
Kejahatan Tiada Henti
Para pemukim yahudi telah membakar sekitar 30 hektar lahan milik petani beserta puluhan pohon zaitun di dekat gerbang Ya’bud Timur yang berdekatan dengan pos militer tentara Israel. Warga desa menyebutkan, petugas pengaman sipil segera berupaya memadamkan pembakaran ini yang telah melahap sekitar 90 pohon zaitun dan mencegah supaya tidak menyebar ke area sekitarnya.
Pemukim yahudi dari Itamar yang terlekat di wilayah kota Nablus, membakar lahan desa Maduma Selatan Nablus, sementara pasukan Israel menangkap pengaman sipil Palestina yang berupaya memadamkan kebakaran.
Petani Abu Muhammad Awad dari Awarta menyatakan, pemukim yahudi membakar di sejumlah titik berbeda yang menyulitkan upaya pemadaman karena sulitnya ditembus mobil damkar, terutama di malam hari.
Saksi mata dari desa Azon distrik Qalqilia, mencatat bahwa pasukan Israel membakar lahan desa yang dekat dengan tembok pagar listrik.
Saksi mata menambahkan, petugas militer Israel menyalakan api di sejumlah wilayah dekat pemukiman Ornet yang berada di garis hijau dekat kota Kafrqasim. Aksi ini membakar sekitar 20 hektar kebun zaitun dan gandum.
Petani dari keluarga Ridwan menyatakan, puluhan upaya pembakaran berhasil digagalkan selama beberapa pekan terakhir, para warga Palestina siaga di lahan mereka yang dekat dengan pemukiman yahudi.
Legitimasi Pembakaran Kebun
Aksi pembakaran terjadi secara intensif setelah Rabi Pemukim yahudi mengeluarkan fatwa yang mengijinkan pembakaran kebun dan menaruh racun di sejumlah sumur air milik warga Palestina.
Aksi pembakaran paling berbahaya dicatat pusat peneliti kebun, yaitu yang terjadi di kota Hazma pusat kota Al-Quds. Para pemukim yahudi membakar lebih dari 300 pohon zaitun yang telah berusia lebih dari 400 tahun di kota tersebut. Aksi pembakaran ini bertepatan dengan putusan baru pembangunan unit pemukiman di sejumlah kota Al-Quds.
Menurut data resmi, luas lahan perkebunan di Tepi Barat termasuk Al-Quds, dan Jalur Gaza mencapai 1,488 Km2, sekitar 25,2 % dari luas Tepi Barat dan Gaza. Luas kawasan yang bersandar pada pertanian mencapai 158,2 Km2, sekitar 10,6 % dari luas keseluruhan wilayah pertanian yang terbagi seperti berikut ini: 5,7 % di Tepi Barat, 72,6 % di Gaza yang akhir-akhir ini jarang turun hujan. Sementara dilain pihak luas lahan perkebunan di pemukiman yahudi yang berdiri di atas wilayah Palestina mencapai 70 %, meski pertanian Israel hanya sekitar 2 % dari produk domestic bruto. Sementara pertanian Palestina sekitar 12,4 % menyumbang produk domestic bruto menurut data tahun 2004. Kontribusi sector pertanian bagi Israel tahun 1967 tiga kali lipat jumlah ini.
Perekonomian Palestina Menjadi Terget
Otoritas Israel menjadikan perekonomian Palestina sebagai target serangannya selama penjajahan berlangsung guna menghancurkan sendi kehidupan warga Palestina.
Sejak awal penjajahan Palestina di Tepi Barat dan Gaza tahun 1967 Israel sengaja memusatkan perubahan di lapangan menggunakan kekuatan militer untuk mengubah peta geografis, politis, ekonomi dan social Palestina.
Langkah ini diterapkan dengan membuka pasar kerja bagi para penganguran Palestina terutama yang berasal dari desa, dengan tujuan menjauhkan para petani supaya tidak mengurusi tanah mereka dan kemudian mengaburkan afiliasi mereka kepada tanah milik mereka sendiri. (qm)(info palestina)










0 komentar:
Posting Komentar